Bappeda.bojonegorokab.go.id, Sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bojonegoro telah melaksanakan pembelian telur ayam dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) yang berasal dari Desa Sengon, Kecamatan Ngambon.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Bojonegoro Nomor 524/605/412.222/2026 tentang Pembelian Telur Ayam dari Keluarga Penerima Manfaat Program GAYATRI dan Peternak Ayam Petelur Lokal. Dalam surat edaran tersebut, seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dihimbau untuk berpartisipasi membeli telur minimal 2 kilogram per bulan guna mendukung perlindungan peternak lokal, pertumbuhan ekonomi daerah, serta kemandirian pangan.
Pelaksanaan pembelian telur oleh ASN Bappeda Bojonegoro dilakukan melalui KPM GAYATRI sebagai upaya nyata dalam meningkatkan penyerapan hasil produksi peternak ayam petelur lokal. Selain membantu meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan Program GAYATRI sebagai salah satu program pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elisabeth, S.P., M.M., menyampaikan bahwa partisipasi ASN dalam program tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah yang berpihak pada masyarakat dan peternak lokal. Melalui pembelian telur dari KPM GAYATRI, ASN tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Bojonegoro.
Program GAYATRI sendiri dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ayam petelur mandiri. Pemerintah daerah juga mengajak seluruh perangkat daerah, kecamatan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum untuk mendukung penyerapan telur lokal secara berkelanjutan.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
88 % |
Puas
6 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
6 % |