Bappeda.bojonegorokab.go.id – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan Desk Rencana Aksi Satu Data Indonesia (SDI) selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penyelenggaraan Satu Data Indonesia di Kabupaten Bojonegoro sekaligus mendorong terwujudnya tata kelola data pembangunan yang berkualitas dan terintegrasi.
Pelaksanaan desk menjadi sarana koordinasi dan asistensi bersama perangkat daerah dalam penyusunan dan penyempurnaan Rencana Aksi Satu Data Indonesia. Melalui kegiatan ini, Bappeda mendorong perangkat daerah untuk menyusun langkah-langkah strategis yang dapat mendukung pelaksanaan SDI secara terarah, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Rencana Aksi Satu Data Indonesia merupakan instrumen penting dalam mendukung penguatan tata kelola data. Melalui rencana aksi yang terarah, penyelenggaraan data diharapkan dapat memenuhi prinsip akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses dan dibagipakaikan.
Dalam pelaksanaannya, desk membahas berbagai aspek terkait penyelenggaraan SDI, mulai dari identifikasi kebutuhan dan ketersediaan data, pemenuhan standar dan metadata, penguatan koordinasi antarperangkat daerah, hingga penentuan langkah tindak lanjut dalam pelaksanaan rencana aksi.
Kegiatan yang berlangsung pada 1–3 September 2026 tersebut juga menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai kendala dan kebutuhan perangkat daerah dalam penyelenggaraan data. Hasil pembahasan dalam desk selanjutnya menjadi bahan penyempurnaan Rencana Aksi Satu Data Indonesia agar lebih implementatif dan mampu menjawab kebutuhan data pembangunan Kabupaten Bojonegoro.
Penguatan penyelenggaraan SDI tidak hanya menjadi tanggung jawab satu perangkat daerah, tetapi membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem data. Karena itu, melalui kegiatan desk ini Bappeda terus mendorong penguatan koordinasi antarperangkat daerah dalam mewujudkan tata kelola data yang semakin baik.
Dengan tersusunnya Rencana Aksi Satu Data Indonesia yang lebih terarah, diharapkan ketersediaan dan kualitas data pembangunan Kabupaten Bojonegoro semakin meningkat. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan, sehingga kebijakan yang dihasilkan semakin tepat sasaran dan berbasis bukti.
|
|
|
|
|
Sangat Puas
86 % |
Puas
5 % |
Cukup Puas
0 % |
Tidak Puas
10 % |